What Were The Two Major Criticisms Of The New Deal

5 min read

Kritik Utama terhadap New Deal: Pandangan Kiri, Kanan, dan Dampak Sosial-Ekonomi

New Deal adalah serangkaian program, proyek, dan reformasi yang diluncurkan oleh Presiden Franklin D. Now, kritik pertama datang dari kelompok progresif yang menilai intervensi pemerintah masih terlalu terbatas, sementara kritik kedua berasal dari kelompok konservatif yang melihat perluasan peran pemerintah sebagai ancaman terhadap kebebasan individu dan pasar bebas. Now, meskipun program ini berhasil menurunkan angka pengangguran dan memulihkan kepercayaan publik, dua aliran kritik utama tetap mengiringi setiap langkah kebijakannya. Because of that, roosevelt pada 1930-an untuk merespons krisis ekonomi yang dikenal sebagai Great Depression. Memahami kedua kritik ini penting untuk melihat bagaimana New Deal membentuk wajah ekonomi dan politik Amerika hingga hari ini That's the whole idea..

Latar Belakang New Deal dan Konteks Kritik

Sebelum membahas kritik, penting melihat mengapa New Deal muncul dan apa yang dijanjikannya. Even so, krisis ekonomi 1929 menghancurkan lapangan kerja, menghapus tabungan rakyat, dan menutup ribuan bank. Now, roosevelt mengusulkan New Deal dengan tiga fokus utama: relief (bantuan langsung), recovery (pemulihan ekonomi), dan reform (reformasi struktural). Program seperti Civilian Conservation Corps, Social Security Act, dan Agricultural Adjustment Act menjadi tulang punggung kebijakan ini But it adds up..

The official docs gloss over this. That's a mistake.

Namun, janji pemulihan tidak serta-merta diterima sebagai solusi mutlak. Di satu sisi, ada yang menuntut langkah lebih radikal untuk menghancurkan ketimpangan. Di sisi lain, ada yang menolak campur tangan pemerintah sebagai bentuk overreach atau kelebihan wewenang. Kedua pandangan ini membentuk dua arus kritik utama yang terus mengikuti jejak New Deal.

Kritik Pertama: Intervensi Pemerintah Masih Terlalu Lemah

Kelompok progresif dan kiri di Amerika Serikat mengkritik New Deal karena dianggap tidak cukup jauh dalam mengubah struktur ekonomi yang tidak adil. Mereka berpendapat bahwa kapitalisme laissez-faire telah gagal total, sehingga solusi parsial hanya akan menunda ledakan sosial yang lebih besar.

Tuntutan Redistribusi Kekayaan yang Lebih Ekstrem

Salah satu tokoh yang paling vokal adalah Senator Huey Long dari Louisiana dengan program Share Our Wealth. Practically speaking, long menuntut pembatasan kekayaan ekstrem, di mana kekayaan pribadi dibatasi agar tidak ada yang terlalu kaya atau terlalu miskin. Baginya, New Deal hanya memperbaiki permukaan tanpa menyentuh akar masalah: konsentrasi kekayaan di tangan segelintir elit.

Selain Long, tokoh seperti Father Charles Coughlin dan Dr. Still, francis Townsend juga mengusulkan skema redistribusi yang lebih agresif. Coughlin mendukung inflasi terkendali dan nasionalisasi bank, sementara Townsend mendoron pensiun dini berbayar untuk lansia agar pekerjaan dibuka bagi generasi muda. Bagi mereka, New Deal terlalu konservatif dan lebih banyak menyelamatkan korporasi daripada rakyat kecil.

Kegagalan Menyelesaikan Ketimpangan Rasial dan Gender

Kritik progresif juga menyoroti bagaimana New Deal sering kali mengabaikan kelompok marginal. But program bantuan tenaga kerja sering kali memprioritaskan pekerja kulit putih, sementara pekerja kulit hitam dikesampingkan atau dibayar lebih rendah. Di sektor pertanian, petani kulit hitam sering tidak menerima manfaat dari Agricultural Adjustment Act karena disyaratkan memiliki lahan secara sah, sesuatu yang sulit diakses oleh komunitas yang terdiskriminasi.

Di sisi gender, upah minimum awal dalam beberapa program justru memicu pemecatan perempuan karena perusahaan lebih memilih membayar satu pekerja laki-laki daripada dua pekerja perempuan. Bagi kritikus progresif, New Deal gagal membangun masyarakat yang benar-benar inklusif dan setara.

Kritik Kedua: Perluasan Kewenangan Pemerintah yang Berlebihan

Di ujung spektrum yang berlawanan, kelompok konservatif dan bisnis besar mengkritik New Deal karena dianggap mengubah peran pemerintah dari pengatur menjadi aktor dominan dalam ekonomi. Mereka khawatir regulasi yang ketat, pajak yang meningkat, dan program kesejahteraan akan menghancurkan insentif kerja dan inovasi swasta And that's really what it comes down to..

Penolakan terhadap Regulasi Industri dan Ketenagakerjaan

National Industrial Recovery Act (NIRA) menjadi salah satu sasaran kritik paling tajam. In practice, aturan ini mensyaratkan pembentukan kode praktik industri yang ditetapkan bersama antara pemerintah dan serikat pekerja. Bagi pengusaha konservatif, ini adalah bentuk price-fixing terselubung yang mengurangi persaingan sehat dan mematikan usaha kecil yang tidak mampu memenuhi standar tersebut.

Di sektor ketenagakerjaan, Wagner Act yang melindungi serikat pekerja dianggap mengganggu keseimbangan kekuasaan antara majikan dan buruh. Pengusaha berpendapat bahwa pemogokan yang didorong undang-undang ini merugikan produktivitas dan menciptakan iklim ketidakpastian bagi investor It's one of those things that adds up. Worth knowing..

Tantangan Konstitusional dan Kekhawatiran terhadap Kekuasaan Eksekutif

Kelompok konservatif juga menggunakan jalur hukum untuk menggugat New Deal. Mahkamah Agung pada awalnya menumbangkan beberapa program inti dengan alasan melampaui wewenang federal. v. Kasus seperti Schechter Poultry Corp. United States menunjukkan bagaimana NIRA dinyatakan inkonstitusional karena memberikan kekuatan regulasi berlebihan kepada presiden Surprisingly effective..

Kritikus menilai bahwa New Deal membuka pintu bagi executive overreach, di mana presiden dapat membuat kebijakan ekonomi besar tanpa pengawasan legislatif yang memadai. Mereka khawatir bahwa presiden berikutnya bisa menyalahgunakan kekuasaan serupa untuk tujuan politik sempit, merusak sistem checks and balances yang menjadi fondasi demokrasi Amerika.

Dampak Kritik terhadap Arah Kebijakan

Meskipun berlawanan, kedua arus kritik ini justru membentuk evolusi New Deal itu sendiri. Ketika Mahkamah Agung menolak beberapa program awal, Roosevelt merespons dengan court-packing plan yang kontroversial, berusaha menambah jumlah hakim agar kebijakannya lolos. Langkah ini memperlihatkan betapa tegangnya tarik menarik antara kekuasaan eksekutif dan lembaga yudikatif It's one of those things that adds up..

Di sisi lain, desakan dari kiri memaksa pemerintah memperluas jaring pengaman sosial. Social Security Act dan Fair Labor Standards Act lahir sebagai respons terhadap tuntutan agar p

emerintah lebih bertanggung jawab dalam memelihara kesejahteraan masyarakat. Ini menandai transisi dari kebijakan yang lebih liberal ke arah proteksionisme dan sosialisasi yang lebih kuat.

Kritik dari Pemimpin Politik

Selain dari masyarakat dan lembaga hukum, pemimpin politik juga tidak kekal dalam dukungannya terhadap New Deal. Orang-orang yang berpegang pada filosofi states' rights seperti Senator Robert M. La Follette dari Wisconsin menolak ide bahwa pemerintah pusat harus mengintervensi ekonomi. Mereka percaya bahwa solusi terbaik terletak pada reformasi lokal dan peraturan yang lebih rendah.

Kritik ini mencerminkan ketegangan yang semakin memuncak antara federalisme dan unitarisme, yang akan menjadi salah satu tema kontroversial dalam politik Amerika abad ke-20 dan ke-21.

Kesimpulan: Warisan dan Pelajaran dari Kritik New Deal

Kritik terhadap New Deal bukan hanya tentang penolakan dari kelompok tertentu, tapi juga tentang pertumbuhan politik dan sosial yang kompleks. Dalam mempertahankan kestabilan ekonomi dan mengurangi ketidakadilan, New Deal memperlihatkan bagaimana pemerintah dapat berperan dalam sistem ekonomi kapitalis.

Namun, kritik yang muncul dari berbagai sudut pandang mengarah pada perubahan dan penyesuaian kebijakan yang lebih efektif. Mereka menunjukkan bahwa tidak ada kebijakan yang sempurna dan bahwa dialog antara pemain berbeda dalam politik dan ekonomi adalah kunci untuk mencapai solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Akhirnya, warisan dari kritik terhadap New Deal menjadi bagian dari sejarah demokrasi Amerika yang kaya. Mereka mengingatkan kita bahwa kebijakan publik harus diawasi, diuji, dan diadaptasi terus-menerus untuk mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang terus berkembang.

New and Fresh

Brand New

For You

From the Same World

Thank you for reading about What Were The Two Major Criticisms Of The New Deal. We hope the information has been useful. Feel free to contact us if you have any questions. See you next time — don't forget to bookmark!
⌂ Back to Home